Cari
UE Desak AS Cabut Larangan Visa Delegasi Palestina untuk Sidang PBB
Foto: Politik — 18 September 2026
Andreas Wicaksono•

UE Desak AS Cabut Larangan Visa Delegasi Palestina untuk Sidang PBB

Uni Eropa (UE) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan kembali keputusan menolak visa bagi pejabat Otoritas Palestina (PA) yang akan menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York.

Desakan tersebut disampaikan UE pada Sabtu (19/9/2026). Keputusan AS itu merupakan tahun kedua secara berturut-turut yang membuat sejumlah pejabat Palestina tidak dapat menghadiri sidang tahunan PBB secara langsung.

Juru bicara layanan diplomatik UE, Anouar El Anouni, mengatakan pihaknya menyesalkan keputusan Washington tersebut.

“Dengan mempertimbangkan perjanjian markas besar yang ada dengan PBB serta kewajibannya sebagai negara tuan rumah, kami mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini,” ujar El Anouni.

Abbas Akan Berpidato Melalui Rekaman Video

Presiden Palestina Mahmoud Abbas tetap akan menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB ke-81 meski tidak dapat hadir secara langsung di New York.

Majelis Umum PBB sebelumnya memberikan izin kepada Abbas untuk menyampaikan pidato melalui rekaman video yang telah dibuat sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil setelah AS memperpanjang pembatasan visa terhadap pejabat PA dan anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan penyesalannya terhadap keputusan Washington. Ia mengkhawatirkan kebijakan tersebut berdampak terhadap kemampuan Palestina untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan PBB.

AS Perpanjang Sanksi Visa

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada Rabu (16/9/2026) bahwa pihaknya memperpanjang sanksi visa terhadap anggota PLO dan pejabat PA.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, keputusan tersebut berkaitan dengan kegagalan PA melakukan reformasi yang sebelumnya menjadi komitmen kepada Washington.

AS juga menilai sejumlah aktivitas PA dapat menghambat prospek perdamaian.

Washington menuduh PA melanggar hukum AS dengan berupaya mendapatkan pengakuan internasional terhadap negara Palestina melalui jalur internasional, bukan melalui negosiasi langsung.

Selain itu, AS menyoroti keputusan PA membawa perselisihan dengan Israel ke pengadilan internasional serta dukungan finansial kepada orang-orang yang disebut AS dan Israel sebagai pelaku serangan yang telah dihukum beserta keluarganya.

Dorong Pengakuan Palestina

Pidato Abbas dalam sidang PBB mendatang diperkirakan akan menyoroti upaya memperoleh pengakuan internasional terhadap negara Palestina.

Abbas juga diperkirakan akan kembali mendorong solusi dua negara sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Dalam pidatonya, Abbas juga akan menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza serta perkembangan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut keputusan PBB yang memungkinkan Abbas menyampaikan pidato melalui rekaman video.

Menurut kementerian tersebut, keputusan itu “mewakili upaya untuk mematahkan upaya mencegah Palestina berpartisipasi” dalam sidang tahunan UNGA.

(Genta Nusa)

#Politik#Dunia

Terrelated

UE Desak AS Cabut Larangan Visa Delegasi Palestina untuk Sidang PBB Genta Nusa

UE Desak AS Cabut Larangan Visa Delegasi Palestina untuk Sidang PBB Genta Nusa