Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Senin (14/9) pukul 09:41 WIB. Kolom abu vulkanik teramati setinggi sekitar 400 meter di atas puncak, setara 4.076 meter di atas permukaan laut.
BMKG mencatat erupsi ini terjadi di tengah pengawasan ketat terhadap 3 gunung api aktif di Indonesia. Selain Semeru, Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Lewotolo di NTT juga menunjukkan peningkatan aktivitas seismik.
Status Semeru tetap pada Level III (Siaga). BMKG mengeluarkan rekomendasi: tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak, mewaspadai potensi awan panas dan guguran lava, serta waspada terhadap bahaya lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Peringatan dini ini menjadi penting mengingat letak Semeru yang berdekatan dengan pemukiman warga. Kasembar, Lumajang, dan wilayah sekitarnya menjadi zona perhatian utama. BPBD setempat telah menyiapkan posko dan jalur evakuasi.
Sementara itu, data historis menunjukkan Semeru erupsi rata-rata setiap 2-3 tahun. Erupsi terbesar dalam dekade terakhir terjadi pada Desember 2014 dan Februari 2021, keduanya menimbulkan korban jiwa.
